Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Nama Anggota:
Muhammad Daffa Al-Fikri : 607052400025
Gregorious Matthew Surya Kusuma : 607052400015
Azka Maghrobbi : 6070524300–
Implementasi AC Otomatis berbasis sensor gerak menggunakan ESP32 adalah penerapan sistem otomatis yang memanfaatkan sensor gerak untuk mendeteksi gerak atau adanya Manusia dan mikrokontroler ESP32 sebagai pengendali utama. Sistem ini bekerja dengan mengaktifkan AC secara otomatis saat ada Manusia terdeteksi. Tujuannya untuk AC menyala otomatis tanpa menggunakan remote AC.
Penggunaan energi listrik yang efisien menjadi isu penting di era modern, terutama pada sektor rumah tangga dan asrama mahasiswa. Salah satu perangkat elektronik dengan konsumsi daya terbesar adalah Air Conditioner (AC). Permasalahan yang sering terjadi di lingkungan tempat tinggal adalah kelalaian pengguna yang sering lupa mematikan AC saat meninggalkan ruangan, sehingga menyebabkan pemborosan energi listrik yang signifikan.
Saat ini, solusi otomatisasi AC yang beredar di pasaran umumnya menggunakan sensor gerak berbasis PIR (Passive Infrared). Meskipun murah, sensor PIR memiliki kelemahan mendasar: sensor ini hanya mendeteksi perubahan panas dari gerakan yang signifikan. Akibatnya, pada skenario ruangan tidur atau ruang belajar di mana penghuni cenderung diam (statis) atau tidur, sensor PIR sering kali gagal mendeteksi keberadaan manusia. Hal ini menyebabkan AC mati secara tiba-tiba di saat pengguna masih berada di dalam ruangan, yang tentunya mengurangi kenyamanan.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan sebuah sistem kendali AC yang lebih cerdas dan sensitif. Teknologi sensor radar gelombang milimeter (mmWave Radar) menawarkan solusi yang lebih akurat dibandingkan PIR. Sensor ini mampu mendeteksi gerakan mikro (micro-motion) seperti pergerakan dinding dada saat bernapas, sehingga keberadaan manusia yang sedang tidur atau duduk diam tetap dapat terdeteksi.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis merancang sebuah alat “Sistem Smart AC Controller Otomatis Berbasis ESP32 dan Sensor Human Presence (mmWave)”. Alat ini dirancang untuk mengendalikan AC secara otomatis menggunakan sinyal Inframerah (IR) dan dapat dipantau jarak jauh melalui teknologi Internet of Things (IoT), sehingga menawarkan efisiensi energi tanpa mengorbankan kenyamanan pengguna.
Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam pembuatan proyek ini adalah:
Tujuan dari pembuatan proyek akhir ini adalah:
Manfaat yang diharapkan dari sistem ini adalah:
Agar pembahasan dan pengerjaan proyek lebih terarah, penulis menetapkan batasan masalah sebagai berikut:

Internet of Things (IoT) adalah sebuah konsep di mana objek tertentu memiliki kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer. IoT bekerja dengan menghubungkan perangkat fisik (seperti sensor dan aktuator) ke internet, memungkinkan perangkat tersebut untuk dikendalikan dan dipantau dari jarak jauh [1].
Pada penelitian ini, implementasi IoT diterapkan pada sistem kendali AC, di mana data suhu dan status perangkat dikirimkan ke server cloud agar dapat diakses pengguna melalui smartphone.

ESP32 adalah mikrokontroler System on a Chip (SoC) berbiaya rendah dan hemat daya yang dikembangkan oleh Espressif Systems. Modul ini merupakan penerus dari ESP8266 dengan peningkatan performa yang signifikan, memiliki prosesor dual-core Xtensa® 32-bit LX6, serta fitur integrasi Wi-Fi dan Bluetooth [2].
Kelebihan utama ESP32 yang digunakan dalam proyek ini adalah:

HLK-LD2410 adalah modul sensor pendeteksi keberadaan manusia dengan sensitivitas tinggi yang dikembangkan oleh Hi-Link. Sensor ini bekerja menggunakan gelombang milimeter (millimeter wave) pada frekuensi 24GHz dengan prinsip kerja FMCW (Frequency Modulated Continuous Wave) [3].
Berbeda dengan sensor PIR (Passive Infrared) yang hanya mendeteksi perubahan suhu akibat gerakan besar, sensor mmWave mampu mendeteksi gerakan mikro (micro-motion) seperti pergerakan dinding dada saat bernapas atau detak jantung ringan. Hal ini memungkinkan sensor untuk tetap mendeteksi keberadaan manusia meskipun objek dalam keadaan diam total (statis), seperti saat tidur atau membaca.
Spesifikasi utama HLK-LD2410:

DHT11 adalah sensor digital yang digunakan untuk mengukur suhu dan kelembaban udara di sekitarnya. Sensor ini menggunakan termistor koefisien suhu negatif (NTC) untuk mengukur suhu dan sensor kapasitif untuk mengukur kelembaban [4].
Meskipun memiliki akurasi yang moderat dibandingkan DHT22, DHT11 dipilih karena harganya yang ekonomis dan cukup andal untuk pemantauan suhu ruangan kamar standar. Data dari sensor ini dikirimkan ke ESP32 melalui komunikasi single-wire digital.

Komunikasi Inframerah (IR) adalah metode transmisi data nirkabel menggunakan gelombang cahaya yang tidak terlihat oleh mata manusia. Dalam konteks pengendalian AC, sinyal IR digunakan untuk mengirimkan kode biner tertentu yang diterjemahkan oleh unit penerima pada AC sebagai perintah (seperti ON, OFF, atau atur suhu).
Pada sistem ini, LED IR pada rangkaian berfungsi meniru pola kedipan (pulse) dari remote kontrol asli. Protokol yang umum digunakan pada remote AC meliputi NEC, Panasonic, atau Daikin, yang memiliki panjang data (bit) yang lebih kompleks dibandingkan remote TV.

Blynk adalah platform IoT yang dirancang untuk mengontrol perangkat keras (seperti Arduino, ESP8266, ESP32) dari jarak jauh, menampilkan data sensor, dan menyimpan data secara visual. Blynk terdiri dari tiga komponen utama:

Arduino IDE (Integrated Development Environment) adalah perangkat lunak yang digunakan untuk menulis, mengompilasi, dan mengunggah kode program ke mikrokontroler. Meskipun ESP32 bukan produk Arduino, Arduino IDE dapat digunakan untuk memprogram ESP32 dengan menambahkan Board Manager yang sesuai. Bahasa pemrograman yang digunakan berbasis C/C++ yang telah disederhanakan.
Secara garis besar, sistem Smart AC Controller ini terdiri dari tiga bagian utama: Input, Proses, dan Output. Sensor HLK-LD2410 dan DHT11 bertindak sebagai masukan yang mengirimkan data kondisi lingkungan. ESP32 DevKit V1 berfungsi sebagai unit pemroses pusat yang mengolah data tersebut. Output dari sistem ini berupa sinyal Inframerah ke unit AC dan data digital yang dikirim ke aplikasi Blynk melalui jaringan WiFi.
Berikut adalah diagram blok sistem yang dirancang:

Penjelasan Alur Blok Diagram:
Sistem ini dirancang menggunakan konsep IPO (Input-Process-Output) yang terbagi menjadi tiga blok utama:
Perancangan perangkat keras mencakup pengkabelan (wiring) antara mikrokontroler dengan modul sensor dan aktuator. Sistem ini menggunakan sumber daya 5V DC yang disuplai melalui port Micro-USB pada ESP32.
Perancangan perangkat lunak meliputi pembuatan logika program pada Arduino IDE dan perancangan antarmuka pada aplikasi Blynk.
Logika kerja sistem dimulai dengan inisialisasi WiFi dan sensor. Sistem akan terus membaca status sensor radar. Jika terdeteksi keberadaan manusia, sistem akan mereset timer dan memastikan AC menyala. Jika tidak ada orang, timer akan berjalan. Apabila waktu tunggu (15 menit) terlampaui, sistem memerintahkan AC untuk mati.
Berikut adalah diagram alir sistem:

Antarmuka pengguna dirancang menggunakan platform Blynk IoT. Terdapat dua widget utama yang digunakan untuk memantau kondisi ruangan:
4.1 Implementasi Perangkat Keras (Hardware)
Setelah melalui tahap perancangan dan perakitan, seluruh komponen telah terintegrasi pada project board. Mikrokontroler ESP32 diletakkan di tengah sebagai pusat kendali, dengan sensor HLK-LD2410 diposisikan menghadap ke area deteksi (tempat tidur/meja belajar) dan IR Transmitter diarahkan langsung ke unit AC.
Berikut adalah dokumentasi fisik alat yang telah dirakit:
(MASUKKAN FOTO ALAT ASLIMU DI SINI)
Gambar 4.1 Realisasi Perangkat Keras Smart AC Controller
Antarmuka pemantauan dibuat menggunakan platform Blynk IoT versi terbaru. Terdapat dua indikator utama pada aplikasi:
Berikut adalah tampilan antarmuka pada smartphone:
(SCREENSHOT TAMPILAN BLYNK DI HP KAMU – SAAT ON DAN OFF)
Gambar 4.2 Tampilan Dashboard Aplikasi Blynk
Pengujian dilakukan untuk memverifikasi apakah logika program berjalan sesuai dengan rancangan. Pengujian dibagi menjadi tiga skenario utama:
Pengujian ini bertujuan membandingkan respons sensor HLK-LD2410 terhadap berbagai aktivitas manusia, terutama saat kondisi diam (statis) yang menjadi kelemahan sensor PIR biasa.
Tabel 4.1 Hasil Pengujian Sensor HLK-LD2410
| No | Aktivitas Objek | Jarak (Meter) | Status Sensor | Keterangan |
| :— | :— | :— | :— | :— |
| 1 | Berjalan masuk ruangan | 3 m | Terdeteksi | Respon Cepat |
| 2 | Duduk diam (Belajar) | 2 m | Terdeteksi | Mendeteksi gerakan mikro |
| 3 | Tidur terlentang (Diam) | 2 m | Terdeteksi | Mendeteksi napas dada |
| 4 | Ruangan Kosong | – | Tidak Terdeteksi | Timer mulai berjalan |
| 5 | Terhalang selimut tebal | 2 m | Terdeteksi | Gelombang mmWave menembus kain |
Analisis:
Berdasarkan Tabel 4.1, sensor HLK-LD2410 berhasil mendeteksi keberadaan manusia dalam kondisi diam maupun tertutup selimut. Hal ini membuktikan keunggulan teknologi mmWave dibandingkan sensor optik atau PIR.
Pengujian ini dilakukan untuk memastikan kode heksadesimal yang direkam (Sniffing) dapat diterima dengan baik oleh unit AC sasaran (Merek: Daikin/Panasonic).
Tabel 4.2 Hasil Pengujian Jarak Kendali IR
| No | Jarak Alat ke AC | Kondisi LOS (Line of Sight) | Respon AC | Keterangan |
| :— | :— | :— | :— | :— |
| 1 | 1 Meter | Terarah Lurus | Berhasil | Bunyi “BIP” |
| 2 | 3 Meter | Terarah Lurus | Berhasil | Bunyi “BIP” |
| 3 | 5 Meter | Terarah Lurus | Berhasil | Bunyi “BIP” |
| 4 | 3 Meter | Terhalang Benda | Gagal | Sinyal IR tidak tembus |
Analisis:
IR Transmitter bekerja optimal pada jarak 1 hingga 5 meter dengan syarat harus diarahkan lurus ke AC tanpa penghalang, sesuai dengan karakteristik cahaya inframerah.
Skenario: Pengguna meninggalkan ruangan dan membiarkan AC menyala. Sistem diprogram dengan delay waktu tunggu selama 15 menit (dipercepat menjadi 1 menit untuk pengujian).
Tabel 4.3 Hasil Pengujian Logika Otomatis
| Waktu | Kondisi Ruangan | Status Timer | Aksi Sistem | Output AC |
| :— | :— | :— | :— | :— |
| 10:00 | Ada Orang | Reset (0 menit) | Menjaga AC ON | Tetap Nyala |
| 10:05 | Orang Keluar | Mulai Menghitung | Menunggu | Tetap Nyala |
| 10:20 | Kosong (15 mnt) | Timer Tercapai | Kirim Kode OFF | Mati Otomatis |
| 10:25 | Orang Masuk | Reset (0 menit) | Kirim Kode ON | Nyala Otomatis |
Berdasarkan hasil pengujian di atas, sistem Smart AC ini mampu mengatasi permasalahan utama pada sistem konvensional berbasis PIR.
Efisiensi Energi: Sistem berhasil mematikan AC secara otomatis setelah ruangan kosong selama 15 menit. Jika diasumsikan AC 1 PK (±800 Watt) sering lupa dimatikan selama 4 jam sehari, maka alat ini berpotensi menghemat energi sebesar:$$E = P \times t = 800 \text{ Watt} \times 4 \text{ Jam} = 3.2 \text{ kWh/hari}$$Dengan tarif listrik rata-rata Rp1.444/kWh, potensi penghematan mencapai Rp4.600 per hari atau Rp138.000 per bulan.
Akurasi Deteksi: Sensor radar HLK-LD2410 sangat sensitif terhadap gerakan pernapasan. Dalam pengujian tidur, AC tidak pernah mati secara tiba-tiba, yang berarti masalah “False Negative” pada sensor PIR telah teratasi.
Berdasarkan hasil perancangan, implementasi, dan pengujian yang telah dilakukan pada sistem Smart AC Controller berbasis ESP32 dan sensor radar HLK-LD2410, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
Meskipun sistem telah berjalan dengan baik, terdapat beberapa kekurangan yang dapat dikembangkan lebih lanjut pada penelitian atau pengembangan berikutnya:
(Jangan lupa masukkan referensi di sini. Ini contoh format standarnya):