IMPLEMENTASI SENSOR PARKIR BERBASIS ARDUINO MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIK, LCD, DAN BUZZER

DISUSUN OLEH :
NADHYA SIGALINGGING (607062300065)
ARYA STEFHANI SINAGA (607062330140)


D3 REKAYASA PERANGKAT LUNAK APLIKASI
FAKULTAS ILMU TERAPAN
TELKOM UNIVERSITY
2026

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kemajuan teknologi elektronik telah telah memberikan banyak kontribusi dalam menciptakan berbagai perangkat otomatis yang membantu aktivitas manusia sehari-hari. Sistem ini berfungsi untuk memberikan informasi kepada pengguna mengenai jarak antara kendaraan dengan objek di sekitarnya sehingga dapat meminimalkan risiko benturan.

Dalam kondisi nyata, keterbatasan jarak pandang saat parkir sering menjadi penyebab utama terjadinya kesalahan dalam memperkirakan jarak. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu sistem yang mampu memberikan umpan balik secara real-time kepada pengguna. Pada praktikum ini, dikembangkan sebuah sistem sederhana yang mensimulasikan sensor parkir kendaraan dengan memanfaatkan Arduino sebagai pengendali utama, sensor ultrasonik sebagai pendeteksi jarak, LCD sebagai media tampilan, dan buzzer sebagai indikator peringatan suara.

Tujuan dari pembuatan sistem ini adalah untuk memahami prinsip kerja sensor ultrasonik dalam mengukur jarak, mengolah data menggunakan mikrokontroler, serta menampilkan informasi dan memberikan peringatan berdasarkan kondisi tertentu.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam proyek ini adalah:

  1. Bagaimana cara mengukur jarak menggunakan sensor ultrasonik?
  2. Bagaimana cara menampilkan data jarak ke LCD?
  3. Bagaimana cara membuat sistem peringatan menggunakan buzzer berdasarkan jarak?

1.3 Tujuan

Tujuan dari proyek ini adalah:

  1. Mengimplementasikan sensor ultrasonik untuk pengukuran jarak
  2. Menampilkan hasil pengukuran pada LCD
  3. Membuat sistem peringatan berbasis buzzer

1.4 Manfaat

Manfaat dari proyek ini :

  1. Menjadikan pembelajaran bagi mahasiswa untuk membuat simulasi sederhana sensor parkir kendaraan
  2. Sebagai dasar pengembangan sistem IoT di masa depan

BAB II
DASAR TEORI

2.1 Arduino Uno

Arduino merupakan platform mikrokontroler open-source yang digunakan untuk mengembangkan berbagai sistem elektronika dan otomasi. Arduino terdiri dari perangkat keras berupa papan mikrokontroler dan perangkat lunak berupa Arduino IDE yang digunakan untuk menulis serta mengunggah program.

Mikrokontroler pada Arduino berfungsi sebagai pusat pengendali yang mampu membaca input dari sensor, memproses data, dan menghasilkan output sesuai program. Arduino mendukung input digital maupun analog serta dapat mengontrol berbagai perangkat seperti LED, buzzer, dan LCD. Kemudahan penggunaan serta fleksibilitas menjadikan Arduino banyak digunakan dalam berbagai proyek, termasuk sistem sensor parkir pada praktikum ini.

Gambar Arduino Uno

2.2 Sensor Ultrasonik (HC-SR04)

Sensor ultrasonik merupakan perangkat yang digunakan untuk mengukur jarak dengan memanfaatkan gelombang suara berfrekuensi tinggi. Sensor ini bekerja dengan cara mengirimkan gelombang melalui pin TRIG, kemudian menerima pantulan melalui pin ECHO.

Waktu yang dibutuhkan gelombang untuk kembali digunakan untuk menghitung jarak objek. Dalam implementasi Arduino, perhitungan jarak umumnya menggunakan rumus sederhana:

Jarak (cm) = Durasi / 58

Sensor ini memiliki keunggulan berupa akurasi yang cukup baik, mudah digunakan, serta banyak diterapkan dalam sistem pengukuran jarak seperti sensor parkir.

Gambar sensor Ultrasonik (HC-SR04)

2.3 LCD (Liquid Crystal Display)

LCD merupakan perangkat output yang digunakan untuk menampilkan informasi dalam bentuk teks atau angka. Pada sistem ini digunakan LCD 16×2 yang mampu menampilkan dua baris dengan masing-masing 16 karakter.

LCD berfungsi sebagai media visual untuk menampilkan hasil pengukuran jarak secara real-time, sehingga pengguna dapat dengan mudah mengetahui kondisi jarak objek.

Gambar LCD (Liquid Crystal Display)

2.4 Buzzer

Buzzer merupakan komponen elektronika yang berfungsi menghasilkan suara sebagai indikator. Dalam sistem ini, buzzer digunakan untuk memberikan peringatan berdasarkan jarak objek.

Pola bunyi buzzer diatur oleh Arduino, di mana semakin dekat jarak objek maka bunyi akan semakin cepat, dan pada jarak sangat dekat buzzer akan berbunyi terus menerus sebagai tanda bahaya.

Gambar Buzzer

BAB III

PERANCANGAN SISTEM

Perancangan sistem pada proyek ini dilakukan dengan mengintegrasikan sensor ultrasonik, Arduino, LCD, dan buzzer menjadi satu kesatuan sistem yang mampu mendeteksi jarak dan memberikan respon secara real-time. Sistem dirancang agar dapat bekerja secara berulang dan konsisten dalam membaca jarak serta memberikan informasi yang mudah dipahami oleh pengguna.

3.1 Diagram Blok Sistem

Diagram blok sistem menggambarkan hubungan antar komponen dalam sistem. Sistem ini terdiri dari tiga bagian utama, yaitu input, proses, dan output.

  1. Input: Sensor ultrasonik (HC-SR04) yang berfungsi untuk mendeteksi jarak objek
  2. Proses: Arduino Uno yang mengolah data jarak dari sensor
  3. Output: LCD untuk menampilkan jarak dan buzzer sebagai indikator suara

Alur kerja sistem dimulai dari sensor ultrasonik yang mengirimkan data jarak ke Arduino. Arduino kemudian memproses data tersebut dan menghasilkan output berupa tampilan pada LCD serta bunyi buzzer sesuai kondisi jarak.

3.2 Rangkaian Sistem

Koneksi antar komponen pada sistem ini dirancang agar setiap perangkat dapat berfungsi dengan optimal.
Berikut rangkaian / koneksi yang dibuat :

Gambar Rangkaian Wokwi

Berikut adalah koneksi utama yang digunakan:

  1. Sensor Ultrasonik (HC-SR04)
    – VCC → 5V Arduino
    – GND → GND Arduino
    – TRIG → Pin 2 Arduino
    – ECHO → Pin 3 Arduino
  2. LCD 16×2 (Mode Paralel)
    – RS → Pin 4 Arduino
    – E → Pin 5 Arduin
    – D4 → Pin 6 Arduino
    – D5 → Pin 7 Arduino
    – D6 → Pin 8 Arduino
    – D7 → Pin 9 Arduino
    – VSS → GND
    – VDD → 5V
    – V0 → Pengatur kontras (resistor/potensiometer)
    – A (Anode) → 5V (melalui resistor)
    – K (Cathode) → GND
  3. Buzzer
    – (+) → Pin 10 Arduino
    – (-) → GND

BAB IV
IMPLEMENTASI DAN PROGRAM

Implementasi sistem dilakukan dengan menuliskan program pada Arduino yang mengatur seluruh proses mulai dari pembacaan sensor hingga pengendalian output. Program dimulai dengan proses inisialisasi seluruh komponen, termasuk pengaturan pin input dan output serta inisialisasi LCD.

Pada bagian awal program digunakan library LiquidCrystal yang berfungsi untuk mengontrol LCD. Selanjutnya dilakukan pendefinisian pin yang digunakan, yaitu pin TRIG dan ECHO untuk sensor ultrasonik, pin buzzer sebagai output suara, serta pin-pin yang digunakan untuk koneksi LCD.

Pada fungsi setup(), dilakukan inisialisasi LCD dengan ukuran 16×2 serta pengaturan mode pin, di mana pin TRIG sebagai output, pin ECHO sebagai input, dan buzzer sebagai output. Selain itu, komunikasi serial diaktifkan untuk membantu proses pengujian.

Pada bagian utama program, Arduino akan mengirimkan sinyal pulsa ke sensor ultrasonik melalui pin TRIG untuk memulai proses pengukuran. Sensor kemudian mengirimkan gelombang ultrasonik dan menunggu pantulan dari objek di depannya. Waktu yang dibutuhkan untuk menerima pantulan tersebut dibaca oleh Arduino menggunakan fungsi pulseIn, kemudian dikonversi menjadi jarak dalam satuan sentimeter.

Nilai jarak yang diperoleh selanjutnya ditampilkan pada LCD secara real-time. Selain itu, Arduino juga mengevaluasi nilai jarak tersebut untuk menentukan pola bunyi buzzer. Ketika jarak objek masih jauh, buzzer tidak akan berbunyi. Ketika objek mulai mendekat, buzzer akan berbunyi dengan interval tertentu. Semakin dekat objek dengan sensor, interval bunyi buzzer akan semakin cepat. Apabila objek berada pada jarak yang sangat dekat, buzzer akan berbunyi secara terus-menerus sebagai tanda bahaya.

Dengan alur tersebut, program mampu mengintegrasikan proses pembacaan sensor, pengolahan data, serta pengendalian output secara otomatis dan berulang.

Berikut merupakan program yang digunakan dalam implementasi sistem:

#include <LiquidCrystal.h>
#define trig_PIN 2
#define echo_PIN 3

const int buzzer_PIN = 10;

const int rs = 4;
const int en = 5;
const int d4 = 6;
const int d5 = 7;
const int d6 = 8;
const int d7 = 9;

LiquidCrystal lcd (rs, en, d4, d5, d6, d7);

long int duration;
long int distance;

void setup() 
{
  lcd.begin(16, 2);
  pinMode(trig_PIN, OUTPUT);
  pinMode(echo_PIN, INPUT);
  pinMode(buzzer_PIN, OUTPUT);
  Serial.begin(9600);
}

void loop() 
{
  digitalWrite(trig_PIN, LOW);
  delayMicroseconds(2);
  digitalWrite(trig_PIN, HIGH);
  delayMicroseconds(10);
  digitalWrite(trig_PIN, LOW);

  duration = pulseIn(echo_PIN, HIGH);
  distance = duration / 58;

  lcd.setCursor(0,0);
  lcd.print("Distance: ");
  lcd.print(distance);
  lcd.print(" cm   ");

  Serial.println(distance);

  if (distance > 100) {
    noTone(buzzer_PIN);
    delay(500);
  } 
  else if (distance > 20) {
    tone(buzzer_PIN, 1000);
    delay(400);
    noTone(buzzer_PIN);
    delay(400);
  } 
  else if (distance > 10) {
    tone(buzzer_PIN, 1000);
    delay(200);
    noTone(buzzer_PIN);
    delay(200);
  } 
  else if (distance > 5) {
    tone(buzzer_PIN, 1000);
    delay(80);
    noTone(buzzer_PIN);
    delay(80);
  } 
  else {
    tone(buzzer_PIN, 1000);
  }
}

Berikut link projek wokwi : https://wokwi.com/projects/461445226611807233

BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan melalui simulasi, sistem mampu mendeteksi jarak objek dengan baik dan menampilkan hasilnya pada LCD secara real-time. Nilai jarak yang ditampilkan akan berubah sesuai dengan posisi objek terhadap sensor ultrasonik.

Selain itu, buzzer memberikan respon yang berbeda berdasarkan jarak objek. Ketika objek berada pada jarak yang cukup jauh, buzzer tidak mengeluarkan suara sehingga menandakan kondisi aman. Ketika objek mulai mendekat, buzzer mulai berbunyi dengan interval tertentu yang relatif lambat. Seiring dengan berkurangnya jarak, interval bunyi buzzer menjadi semakin cepat. Ketika objek berada pada jarak yang sangat dekat, buzzer akan berbunyi secara terus-menerus, menandakan kondisi bahaya.

Pendekatan yang digunakan dalam sistem ini tidak menggunakan perhitungan delay secara linear, melainkan menggunakan pembagian kategori jarak. Pendekatan ini terbukti lebih efektif karena menghasilkan perbedaan bunyi yang lebih jelas dan mudah dipahami oleh pengguna, sehingga sistem lebih menyerupai sensor parkir yang digunakan pada kendaraan sebenarnya.

BAB VI
PENUTUP

Berdasarkan hasil perancangan dan implementasi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa sistem sensor parkir berbasis Arduino ini berhasil bekerja sesuai dengan yang diharapkan. Sensor ultrasonik mampu mengukur jarak objek secara akurat dalam lingkungan simulasi, LCD mampu menampilkan informasi jarak secara real-time, dan buzzer mampu memberikan peringatan yang jelas berdasarkan kondisi jarak.

Sistem ini dapat dijadikan sebagai simulasi sederhana dari teknologi sensor parkir yang digunakan pada kendaraan modern. Selain itu, proyek ini juga memberikan pemahaman yang baik mengenai integrasi antara sensor, mikrokontroler, dan perangkat output dalam sebuah sistem elektronika.

Sebagai pengembangan lebih lanjut, sistem ini dapat ditingkatkan dengan menambahkan indikator visual tambahan seperti LED, meningkatkan akurasi sensor, atau mengintegrasikan sistem dengan teknologi Internet of Things agar dapat dipantau melalui perangkat lain.

nadhyasigalingging@student.telkomuniversity.ac.id
nadhyasigalingging@student.telkomuniversity.ac.id
Articles: 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *