PROPOSALPERANCANGAN SMART ROOM MONITORING BERBASIS ESP32DENGAN SENSOR SUHU DAN KELEMBABAN DHT22

Disusun Oleh:
Nasya Fahira Setiawan 607052400017
Dini Arwati Mufidah 607052400012
Michael Einstain Manurung 607052430007

BAB I PENDAHULUAN

  1. 1 Latar Belakang
    Perkembangan teknologi digital yang pesat mendorong terciptanya berbagai sistem otomatis yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan manusia. Salah satu teknologi yang berkembang pesat adalah Internet of Things (IoT), yaitu konsep yang memungkinkan perangkat elektronik saling terhubung dan berkomunikasi melalui jaringan internet. Penerapan IoT telah banyak digunakan dalam berbagai bidang, seperti industri, kesehatan, pertanian. Smart Room merupakan salah satu implementasi dari konsep IoT yang
    berfokus pada pemantauan kondisi lingkungan dalam ruangan, seperti suhu dan kelembapan. Pemantauan kondisi ruangan sangat penting untuk menjaga kenyamanan, kesehatan, serta keamanan peralatan elektronik yang sensitif terhadap perubahan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sistem yang mampu memantau kondisi ruangan secara real-time dan mudah
    diakses. Pada laporan ini dirancang sebuah sistem Smart Room berbasis ESP32 dengan sensor DHT22 sebagai pendeteksi suhu dan kelembapan. Sistem ini dilengkapi dengan layar OLED sebagai media tampilan dan menggunakan catu daya mandiri. Untuk mendukung proses perancangan, digunakan aplikasi EasyEDA dan Arduino IDE sebagai alat bantu desain rangkaian elektronik sebelum tahap implementasi.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam laporan ini adalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana merancang sistem Smart Room berbasis ESP32 untuk memantau suhu dan
    kelembapan ruangan?
  2. Bagaimana cara menampilkan data hasil pengukuran suhu dan kelembapan secara real
    time menggunakan OLED?
  3. Bagaimana penggunaan EasyEDA dalam membantu proses perancangan PCB rangkaian
    Smart Room?

1.3 Batasan Masalah

  1. Sistem hanya memantau suhu dan kelembapan ruangan.
  2. Sensor yang digunakan adalah DHT22.
  3. Mikrokontroler yang digunakan adalah ESP32.
  4. Tampilan data hanya menggunakan layar OLED.
  5. Perancangan rangkaian dilakukan menggunakan software EasyEDA.

1.4 Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari penyusunan laporan dan pembuatan sistem ini adalah:

  1. Merancang dan merealisasikan sistem Smart Room berbasis ESP32.
  2. Mengimplementasikan sensor DHT22 untuk pemantauan suhu dankelembapan ruangan.
  3. Menampilkan hasil pengukuran secara real-time pada layar OLED.
  4. Menggunakan EasyEDA sebagai alat bantu perancangan rangkaian elektronik.

BAB II DASAR TEORI

2.1 ESP32 Dev Module
ESP32 adalah modul wifi, digunakan sebagai perangkat tambahan untuk mikrokontroler
seperti Arduino, sehingga dapat langsung terhubung ke wifi dan membuat koneksi TCP/IP. Modul membutuhkan catu daya sekitar 3.3v dan memiliki tiga mode wifi, yaitu stasiun, titik akses, dan keduanya. Modul ini juga dilengkapi dengan prosesor, memori dan GPIO, dimana jumlah pin tergantung pada jenis ESP32 yang kita gunakan. Dengan cara ini, modul ini dapat digunakan secara mandiri, tanpa mikrokontroler, karena sudah memiliki perangkat seperti mikrokontroler. Pada alat penyiraman otomatis digunakan tiga pin esp32 yaitu pin power supply, pin GPIO, dan pin system minimum (pull-up).
2.2 Sensor DHT22
DHT22 adalah sensor digital yang digunakan untuk mengukur suhu dan kelembaban udara dalam suatu ruangan. Sensor ini mampu menghasilkan data dengan tingkat akurasi yang cukup baik serta memiliki rentang pengukuran yang luas. Data suhu dan kelembaban yang diperoleh dari DHT22 dikirimkan ke ESP32 Dev Module melalui komunikasi digital satu jalur untuk selanjutnya diproses oleh sistem.
2.3 Layar OLED
OLED (Organic Light Emitting Diode) merupakan perangkat tampilan yang digunakan
sebagai media output visual pada sistem. Layar OLED menampilkan informasi suhu dan
kelembaban secara real-time. Keunggulan OLED meliputi konsumsi daya yang rendah,
ukuran yang ringkas, serta tingkat kontras yang tinggi, sehingga sesuai digunakan pada
sistem monitoring berbasis mikrokontroler.
2.4 Software Arduino IDE
Arduino IDE merupakan perangkat lunak pengembangan yang digunakan untuk menulis, mengompilasi, dan mengunggah program ke ESP32 Dev Module. Arduino IDE mendukung bahasa pemrograman C/C++ serta menyediakan berbagai library pendukung, seperti library sensor dan tampilan, yang memudahkan proses pengembangan sistem. Melalui Arduino IDE, software dirancang untuk mengatur pembacaan data dari sensor DHT22, pengolahan data oleh ESP32, serta penampilan informasi pada layar OLED secara terintegrasi.
2.5 Blynk
Blynk adalah platform IoT yang menyediakan satu paket layanan untuk membangun sistem monitoring/kontrol jarak jauh, terdiri dari Blynk.Cloud (server), aplikasi mobile/dashboard, dan library firmware untuk mikrokontroler seperti ESP32. Dengan Blynk, perangkat dapat mengirim data sensor ke cloud dan pengguna dapat memantau (bahkan mengontrol aktuator) melalui widget pada aplikasi.

BAB III PERANCANGAN SISTEM

Flowchart sistem dimulai dengan proses inisialisasi mikrokontroler, sensor DHT22, dan layar OLED. Setelah inisialisasi, sistem melakukan pengecekan apakah sensor DHT22 terhubung dengan baik. Jika sensor tidak terdeteksi, sistem akan menampilkan pesan kesalahan pada layar OLED dan melakukan konfigurasi ulang. Apabila sensor terdeteksi, sistem membaca data suhu dan kelembaban, kemudian memeriksa validitas data yang diperoleh. Jika data tidak valid, sistem menampilkan pesan kesalahan, sedangkan jika data valid, data suhu dan kelembaban diproses dan ditampilkan pada layar OLED. Selanjutnya sistem memberikan jeda waktu pengukuran sebelum proses berakhir atau mengulangi siklus pengukuran berikutnya.

Blok Diagram

Blok diagram menunjukkan bahwa suhu dan kelembaban lingkungan menjadi input yang dibaca oleh sensor DHT22. Data hasil pembacaan sensor kemudian dikirim ke ESP32 sebagai pusat pengendali untuk diproses. Selanjutnya, data yang telah diolah ditampilkan secara lokal pada layar OLED serta dikirim melalui koneksi jaringan menggunakan OTA/Wi-Fi untuk ditampilkan pada aplikasi Blynk sebagai media monitoring jarak jauh.

BAB IV PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengujian

Berdasarkan hasil pengujian, sistem smart room monitoring berbasis ESP32 Dev Module dapat berfungsi dengan baik. Sensor DHT22 berhasil membaca nilai suhu dan kelembaban ruangan secara real-time, yang ditunjukkan oleh tampilan nilai suhu sekitar 26,9 °C dan kelembaban 72,6 %. Data yang diperoleh dari sensor ditampilkan secara lokal pada layar OLED serta dikirimkan melalui jaringan Wi-Fi dan ditampilkan pada aplikasi Blynk di perangkat smartphone dengan nilai yang sesuai. Hal ini menunjukkan bahwa proses pembacaan sensor, pengolahan data oleh ESP32, serta pengiriman dan penampilan data berjalan dengan akurat dan sinkron, sehingga sistem dinyatakan berhasil dalam melakukan monitoring suhu dan kelembaban ruangan.

4.2 Pembahasan

  1. Sistem smart room monitoring berbasis ESP32 Dev Module berhasil membaca dan
    menampilkan data suhu dan kelembaban ruangan secara real-time menggunakan sensor
    DHT22.
  2. Data hasil pengukuran dapat ditampilkan secara lokal pada layar OLED serta dikirim dan
    dimonitor melalui aplikasi Blynk, yang menunjukkan integrasi perangkat keras dan
    perangkat lunak berjalan dengan baik.
  3. Sistem bekerja secara efektif untuk monitoring ruangan, namun masih bergantung pada
    kestabilan jaringan Wi-Fi dan akurasi sensor

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Sistem smart room monitoring berbasis ESP32 Dev Module berhasil dirancang dan
diimplementasikan dengan baik. Sensor DHT22 mampu membaca suhu dan kelembaban ruangan secara real-time, kemudian ESP32 memproses data tersebut untuk ditampilkan secara lokal melalui layar OLED serta dikirimkan ke aplikasi Blynk melalui jaringan Wi-Fi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai suhu dan kelembaban dapat ditampilkan dengan baik pada OLED dan aplikasi, sehingga pengguna dapat memantau kondisi ruangan secara lebih praktis baik secara langsung maupun jarak jauh. Dengan adanya sistem ini, pemantauan lingkungan ruangan menjadi lebih efisien dan dapat membantu menjaga kenyamanan serta mendukung pengawasan
kondisi ruangan secara berkelanjutan.
5.2 Saran
Pengembangan selanjutnya dapat dilakukan dengan menambahkan fitur pencatatan data (data logging) agar riwayat suhu dan kelembaban dapat dianalisis, serta menambahkan notifikasi otomatis pada Blynk ketika nilai melewati batas tertentu. Selain itu, sistem dapat ditingkatkan dengan menambahkan sensor lain seperti sensor gas/asap atau sensor cahaya untuk memperluas fungsi monitoring, serta menggunakan catu daya yang lebih stabil agar perangkat dapat bekerja lebih andal dalam jangka panjang.

DOKUMENTASI PENGERJAAN

nasyafahirasetiawan@student.telkomuniversity.ac.id
nasyafahirasetiawan@student.telkomuniversity.ac.id
Articles: 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *