Tubes IoT (Zivan & Fajar)

SISTEM KEAMANAN LOKER DAN PENDETEKSI SENSOR GERAK

Dokumen ini ditujukan untuk memenuhi persyaratan
Mata Kuliah Tugas
Implementasi Internet of Things

Gambar 1. Logo Telkom University

Disusun oleh,

6706223153 – Zivan Sabilli

6706223141 – Yaumil Fajar

PROGRAM STUDI

D3 REKAYASA PERANGKAT LUNAK APLIKASI

FAKULTAS ILMU TERAPAN 

UNIVERSITAS TELKOM

BANDUNG
2026

1.1 Latar Belakang

Keamanan loker menjadi kebutuhan penting di lingkungan kampus, sekolah, maupun tempat umum karena loker sering digunakan untuk menyimpan barang pribadi yang bernilai. Sistem pengamanan yang hanya mengandalkan kunci manual masih memiliki keterbatasan, sehingga dibutuhkan solusi tambahan yang mampu memberikan peringatan ketika terjadi akses tidak sah atau terdeteksi aktivitas mencurigakan di sekitar loker.

Pada proyek ini dibuat prototipe sistem keamanan loker berbasis Arduino Uno dengan komponen utama berupa keypad 3×4 sebagai input PIN, LCD 16×2 I2C sebagai penampil informasi, LED dan buzzer sebagai alarm, serta sensor PIR sebagai pendeteksi gerakan. Sesuai dengan logika program yang digunakan, sistem akan membaca PIN dari keypad, memverifikasi kecocokannya, lalu menampilkan status pada LCD. Jika PIN salah atau sensor PIR mendeteksi gerakan, maka LED dan buzzer akan aktif sebagai peringatan.

1.2 Rumusan Masalah

• Bagaimana merancang sistem keamanan loker berbasis Arduino Uno dengan input PIN dari keypad 3×4 dan alarm otomatis?

• Bagaimana memanfaatkan LCD 16×2 I2C untuk menampilkan status sistem secara real-time?

• Bagaimana mengaktifkan LED dan buzzer sebagai indikator peringatan saat PIN salah atau gerakan terdeteksi?

• Bagaimana mengintegrasikan sensor PIR agar sistem mampu menambah lapisan keamanan loker?

1.3 Batasan Masalah

• Sistem menggunakan Arduino Uno sebagai pengendali utama.

• Input akses menggunakan keypad 3×4 dengan PIN numerik.

• Output sistem menggunakan LCD 16×2, LED, dan buzzer.

• Deteksi gerakan dilakukan menggunakan sensor PIR.

• Sistem difokuskan pada prototipe keamanan loker sederhana dan belum menggunakan aktuator pengunci otomatis seperti solenoid door lock.

1.4 Tujuan

• Merancang prototipe sistem keamanan loker berbasis mikrokontroler Arduino Uno.

• Mengimplementasikan keypad 3×4 sebagai antarmuka input PIN.

• Menampilkan kondisi sistem melalui LCD 16×2 I2C secara jelas dan informatif.

• Mengaktifkan LED dan buzzer sebagai alarm pada kondisi tidak aman.

• Menerapkan sensor PIR untuk mendeteksi gerakan di sekitar loker.

BAB II DASAR TEORI

2.1 Arduino Uno

Arduino Uno merupakan papan mikrokontroler berbasis ATmega328P yang digunakan sebagai pusat kendali sistem. Arduino menerima input dari keypad dan sensor PIR, kemudian memprosesnya sesuai program yang dibuat pada Arduino IDE untuk menampilkan informasi pada LCD serta mengaktifkan LED dan buzzer ketika diperlukan.

Gambar 2. Arduino Uno yang digunakan sebagai pengendali utama sistem.

2.2 LCD 16×2 I2C

LCD 16×2 I2C berfungsi menampilkan status sistem secara langsung, seperti instruksi memasukkan PIN, notifikasi akses diterima, pesan PIN salah, dan peringatan alarm. Penggunaan modul I2C membuat kebutuhan pin pada Arduino menjadi lebih efisien.

Gambar 3. Bagian belakang LCD 16×2 dengan modul I2C.

2.3 Keypad 3×4

Keypad 3×4 digunakan sebagai perangkat input untuk memasukkan PIN keamanan. Setiap tombol yang ditekan akan dibaca oleh Arduino, kemudian diproses dan dibandingkan dengan PIN yang telah disimpan di dalam program.

Gambar 4. Keypad 3×4 sebagai media input PIN.

2.4 Sensor PIR

Sensor PIR (Passive Infrared) berfungsi mendeteksi pergerakan manusia berdasarkan perubahan pancaran inframerah di sekitarnya. Saat gerakan terdeteksi, sensor mengirimkan sinyal ke Arduino untuk memicu alarm sehingga sistem dapat memberikan peringatan dini terhadap aktivitas mencurigakan di sekitar loker.

Gambar 5. Sensor Pir sebagai mendeteksi Gerakan di sekitar loker.

2.5 LED dan Buzzer

LED berfungsi sebagai indikator visual, sedangkan buzzer berfungsi sebagai indikator suara. Kedua komponen ini diaktifkan ketika terjadi kesalahan PIN atau saat sensor PIR mendeteksi gerakan, sehingga pengguna memperoleh notifikasi secara visual maupun audio.

Gambar 6. LED dan buzzer sebagai indikator alarm pada sistem.

BAB III PERANCANGAN SISTEM

3.1 Deskripsi Sistem

Sistem keamanan loker bekerja dengan menggabungkan autentikasi PIN dan pemantauan gerakan. Saat alat dinyalakan, LCD menampilkan instruksi untuk memasukkan PIN. Pengguna kemudian memasukkan PIN melalui keypad, lalu Arduino memverifikasi input tersebut dengan PIN yang tersimpan pada program. Jika PIN benar, LCD menampilkan pesan akses diterima dan alarm tetap mati. Jika PIN salah, LED dan buzzer aktif sebagai alarm. Selain itu, sensor PIR terus memantau adanya gerakan di sekitar loker. Ketika gerakan terdeteksi, sistem akan menampilkan peringatan dan mengaktifkan alarm.

3.2 Tabel Komponen yang Digunakan

NoKomponenJumlahFungsi
1Arduino Uno1Pusat kendali sistem
2LCD 16×2 I2C1Menampilkan informasi dan status sistem
3Keypad 3×41Masukan PIN pengguna
4Sensor PIR1Mendeteksi gerakan di sekitar loker
5LED1Indikator visual alarm
6Buzzer1Indikator suara alarm
7Kabel Jumper17Media perakitan rangkaian
8Breadboard1Media perakitan rangkaian

3.3 Tabel Logika Kerja Sistem

NoKondisiLCDLED/BuzzerKeterangan
1Sistem standbyMasukkan PINMatiSistem menunggu input dari pengguna
2PIN benarPIN benar / akses diterimaMatiPengguna berhasil melewati autentikasi
3PIN salahPIN salah / alarm aktifAktifSistem memberikan peringatan akses tidak sah
4Gerakan terdeteksi PIRGerakan terdeteksi / alarm aktifAktifSistem mendeteksi aktivitas mencurigakan di sekitar loker

3.4 Alur Kerja Sistem

1. Sistem dinyalakan dan seluruh komponen diinisialisasi oleh Arduino Uno.

2. LCD menampilkan instruksi untuk memasukkan PIN.

3. Pengguna menekan tombol keypad untuk memasukkan PIN keamanan.

4. Arduino membaca input keypad dan membandingkannya dengan PIN yang tersimpan di dalam program.

5. Jika PIN benar, LCD menampilkan pesan akses diterima dan alarm tetap tidak aktif.

6. Jika PIN salah, LCD menampilkan pesan PIN salah/alarm, LED menyala, dan buzzer berbunyi.

7. Sensor PIR terus memantau adanya gerakan di sekitar loker.

8. Jika sensor PIR mendeteksi gerakan, sistem menampilkan peringatan dan mengaktifkan LED serta buzzer.

3.5 Dokumentasi Perakitan Sistem


Gambar 7. Proses perakitan modul LCD dan breadboard.

Gambar 8. Rangkaian prototype saat tahap pengujian.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Implementasi

Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem dapat bekerja sesuai fungsi yang direncanakan dan selaras dengan logika program yang dibuat. LCD mampu menampilkan status utama seperti instruksi memasukkan PIN, akses diterima, PIN salah, dan peringatan alarm. Keypad dapat digunakan untuk input PIN, sedangkan LED dan buzzer merespons kondisi PIN salah maupun deteksi gerakan dari sensor PIR.

4.2 Tabel Hasil Pengujian

NoSkenario PengujianHasil yang DiharapkanStatus
1Sistem dinyalakanLCD menampilkan pesan “Masukkan PIN”Berhasil
2PIN yang dimasukkan benarLCD menampilkan pesan akses diterima dan alarm tidak aktifBerhasil
3PIN yang dimasukkan salahLED dan buzzer aktif, LCD menampilkan pesan PIN salah/alarmBerhasil
4Sensor PIR mendeteksi gerakanLED dan buzzer aktif, LCD menampilkan peringatan gerakanBerhasil
5Pengujian berulang pada keypadSetiap tombol keypad dapat terbaca dan diproses dengan baikBerhasil

4.3 Dokumentasi Hasil Pengujian


Gambar 9. LCD menampilkan instruksi “Masukkan PIN”.

Gambar 10. LCD menampilkan pesan valid saat PIN sesuai.

Gambar 11. Sistem menampilkan kondisi akses diterima.

Gambar 12. Kondisi prototype saat pengujian keseluruhan sistem.

4.4 Pembahasan

Berdasarkan pengujian, integrasi antara Arduino Uno, keypad, LCD, LED, buzzer, dan sensor PIR telah berjalan dengan baik. Logika program berhasil menggabungkan proses autentikasi PIN dengan pendeteksian gerakan di sekitar loker. LCD membantu pengguna memahami status sistem secara langsung, keypad mempermudah proses input PIN, sedangkan LED dan buzzer memberikan peringatan yang cepat ketika terjadi kondisi tidak aman.

Meskipun sistem sudah berjalan dengan baik, masih terdapat ruang pengembangan. Salah satunya adalah menambahkan aktuator pengunci seperti solenoid door lock agar akses yang benar dapat langsung membuka loker secara otomatis. Selain itu, sistem juga dapat dikembangkan dengan modul komunikasi nirkabel untuk mengirim notifikasi ke ponsel pengguna saat alarm aktif.

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

• Sistem keamanan loker berbasis Arduino Uno berhasil dirancang dan diimplementasikan sesuai kebutuhan dasar proyek.

• Keypad 3×4 berhasil digunakan sebagai media input PIN untuk proses autentikasi pengguna.

• LCD 16×2 I2C dapat menampilkan status sistem dengan jelas, mulai dari instruksi memasukkan PIN hingga notifikasi alarm.

• LED dan buzzer mampu berfungsi sebagai indikator visual dan audio saat terjadi kondisi tidak aman, baik karena PIN salah maupun gerakan terdeteksi.

• Sensor PIR dapat digunakan sebagai pendeteksi gerakan untuk menambah tingkat keamanan sistem.

5.2 Saran

• Menambahkan mekanisme pengunci otomatis seperti solenoid door lock agar sistem lebih realistis.

• Menambahkan fitur penggantian atau reset PIN agar sistem lebih fleksibel.

• Menambahkan notifikasi jarak jauh menggunakan modul Wi-Fi atau Bluetooth.

• Merapikan casing dan tata letak rangkaian agar prototipe lebih kuat dan mudah digunakan.

DOKUMENTASI PENGERJAAN


Gambar 13. Proses pemasangan modul LCD pada breadboard.

Gambar 14. Prototype akhir saat pengujian keypad dan LCD.

Gambar 15. Dokumentasi komponen keypad 3×4.

Gambar 16. Dokumentasi LED dan buzzer sebagai alarm.
zivansabilli@student.telkomuniversity.ac.id
zivansabilli@student.telkomuniversity.ac.id
Articles: 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *